Duo Oktober 2017 ; Variasi Sajian Mie


Duo Oktober 2017 ; Variasi Sajian Mie

Blangkejeren l 18.10.17

Awal Oktober ini agak sedikit berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, syukuran atas bertambahnya usia disajikan dengan bahan makanan yang sama dalam variasi yang berbeda. Apakah telah direncanakan sebelumnya atau tidak, Duo Oktober ini mampu memberikan nuansa yang tersendiri. Arismanto dan Nurul Heriyani sepakat bahwa segenap warga Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren akan disuguhi dengan variasi sajian mie berupa mie ayam “Mugi Joyo” dan mie Aceh “Salsa”. Variasi menu yang diusung oleh “penghuni” ruang kesekretariatan ini akan menjadi tolak ukur terhadap kegiatan serupa pada masa mendatang.

Label “Duo Oktober” dalam tulisan ini merujuk kepada jumlah mereka yang berulangtahun pada bulan dimaksud. Selain itu, mereka berdua ternyata bertugas pada bagian yang sama yaitu bagian Umum dan Keuangan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren.

05 Oktober 1978 : Arismanto, SHI

Pria kelahiran 39 tahun silam ini mengakui bahwa dirinya terkejut dengan surprise yang dibuat oleh istrinya. Tanpa diduga, sang istri telah membawa perlengkapan makan dan bahan untuk menu mie ayam ke Kantor Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. Syukuran atas kelahiran tenaga honorer asal Kota Jepara ini dilanjutkan dengan pemotongan kue ulangtahun yang disaksikan oleh seluruh aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat.

Lulusan IKAHA Tebu Ireng ini mulai bekerja pada Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren sejak tahun 2011. Posisi sebagai Cleaning service telah dijalaninya hingga tahun 2016 silam dan mulai Januari 2017 ditempatkan sebagai Staf pada bagian Umum dan Keuangan. Usaha sampingannya sebagai pedagang memberi konstribusi dalam menjalankan tugasnya dibagian umum.

 

08 Oktober 1989 : Nurul Heriyani

Sajian mie Aceh “Salsa” dari Bendahara ini menjadi pelengkap dari kegiatan syukuran setelah sebelumnya “berhadapan” dengan mie ayam “Mugi Joyo”. Ucapan selamat disampaikan oleh para pegawai setelah kegiatan Apel Pagi pada hari Senin minggu lalu, hal ini disebabkan hari lahirnya pada tahun ini bertepatan dengan hari minggu. Perempuan kelahiran Surabaya ini berbagi kebahagiaannya bersama aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren yang telah bersamanya selama 4 tahun terakhir ini.

Perjalanannya sebagai pegawai Mahkamah Agung diawali pada tahun 2009 di Mahkamah Syar’iyah Kutacane. Surat Keputusannya sebagai CPNS menempatkannya di Kutacane sebagai staf hingga setahun berikutnya diangkat menjadi PNS dan dipercayakan menjadi Bendahara. Tahun 2013 dirinya mendapatkan mutasi ke Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren sebagai staf bagian keuangan. Awal tahun ini, dirinya kembali ditunjuk sebagai Bendahara Pengeluaran sekaligus menempati posisi sebagai Jurusita Pengganti, posisinya sebagai JSP telah disandangnya setahun yang lalu bersamaan dengan perubahan struktur organisasi Mahkamah Agung.

[fadhilfathan]

Komentar Facebook