Mereka dan Juli 2017 ; Dominasi Penuh Kesekretariatan


Mereka dan Juli 2017 ; Dominasi Penuh Kesekretariatan

 

Blangkejeren l 28.07.17

Bulan Juli tahun ini merupakan bulan yang didominasi oleh bagian kesekretariatan dalam hal tanggal lahir. Kelima orang aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dari berbagai posisi ini dilahirkan sekitar 30 – 40 tahun yang lalu, bahkan  4 (empat) orang diantaranya terpaut selisih satu tahun kelahiran. Jika dilihat dari sisi jenis kelamin atau gender, mereka semua adalah laki-laki tangguh yang telah mengabdi untuk Mahkamah Syari’yah Blangkejeren dalam beberapa tahun terakhir ini.

01 Juli 1985 : Munawar Syawali, SE

Awal semester II tahun ini yang bertepatan dengan 7 Syawal 1438 H merupakan hari kelahiran bagi Kasubbag Umum dan Keuangan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. 32 tahun yang lalu, mantan Kaur Umum Mahkamah Syar’iyah Kuala Simpang ini dilahirkan di Tanoh Anou. Pendidikan Dasar hingga tingkat menengah atas ditempuh di kota kelahirannya, Aceh Timur, hingga  tahun 2003.

Penyandang gelar Sarjana Ekonomi ini sebelumnya mendalami Diploma Komputer di Kota Medan hingga tahun 2006, lalu menyelesaikan Sarjana pada Jurusan Manajemen sekitar 3 tahun setelahnya di Kota Langsa. Hal ini menjadikan pria dengan ciri khas rambut belah tengah ini menguasai 2 (dua) bidang keilmuan, komputer dan manajemen.

Karir kepegawaiannya dimulai pada tahun 2008 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada Mahkamah Syar’iyah Aceh, setahun kemudian diangkat menjadi PNS pada satuan kerja yang sama. Promosi kepadanya diberikan pada tahun 2015 sebagai Kaur Umum pada Mahkamah Syar’iyah Kuala Simpang. Namun, dengan adanya perubahan struktur organisasi pada Mahkamah Agung, dirinya dipromosikan kembali menjadi Kasubbag Umum dan Keuangan pada Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dalam tahun yang sama.

11 Juli 1984 : Fitriadi

Pria kelahiran Aceh Besar ini menjadi aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren berikutnya yang lahir pada bulan Juli. Penampilannya yang rapi dan ditunjang oleh ketelitiannya menjadikan pegawai ini sebagai orang yang dipercayai untuk menjadi bendahara dalam beberapa periode. Meskipun demikian, Juru Sita Pengganti merupakan posisi resmi yang melekat padanya sesuai dengan surat keputusan yang ada.

Mahasiswa Universitas Terbuka ini menghabiskan masa kecilnya di Banda Aceh sampai tahun 2006. Pendidikan Dasar hingga bangku perkuliahan dijalaninya di Kota Banda Aceh dengan pilihan sekolah terbaik, hanya saja, gelar sarjana tidak sempat diselesaikannya karena harus hijrah ke Blangkejeren. Hal tersebut terjadi disebabkan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil untuknya menyebutkan bahwa Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren adalah lokasi penempatan tugas pertamanya.

Pada tahun 2015, dirinya bersama beberapa rekan pegawai lainnya memutuskan untuk mendaftar kembali menjadi mahasiswa Universitas Terbuka. Pria yang lancar menggunakan bahasa inggris ini yakin bahwa pendidikan tidak boleh berhenti ditengah jalan, kuliah sambil bekerja bukanlah hambatan dalam menuntut ilmu.

12 Juli 1983 : Sukaji

Berselang sehari dari tanggal kelahiran Fitriadi, Petugas Meja Informasi Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren ini dilahirkan di Kota Blangkejeren. Meskipun dirinya bukanlah pewaris darah tanah gayo, namun bahasa gayo telah menjadi bahasa ibu kedua baginya. Proses ini dibentuk karena lingkungan pendidikannya berada di Blangkejeren, baik sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Penguasaan bahasa lokal yang dipadu dengan body language yang baik menjadikannya terpilih menjadi Petugas Meja Informasi. Prestasi baru kemudian diraihnya pada tahun 2016 yang lalu sebagai Pegawai Teladan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. Penghargaan ini diberikan pada saat peringatan HUT Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerjanya.

Pria penyuka kuliner ini dikenal sebagai pegawai yang pertama sekali membuka pintu kantor saat pagi hari dan sebagai pegawai yang terakhir pulang saat sore hari. Kedisiplinannya ini diharapkan menjadi contoh bagi para aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren lainnya.

 

20 Juli 1982 : Hadifadhillah Rusli

Pria gempal berdarah Aceh Besar ini juga merupakan salah satu pegawai Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren yang dilahirkan pada bulan Juli.  Nasibnya tidak jauh berbeda dengan Juru Sita Pengganti diatas, dirinya ditempatkan di Mahkamah Syar’iyah Kutacane saat mendapat SK CPNS yang mengharuskannya untuk pindah dari Kota Banda Aceh. Promosi menjadi Kaur Keuangan pada tahun 2015 membawanya untuk pindah ke Kabupaten Gayo Lues ini, hingga pada akhir tahun yang sama kembali dilantik bersama beberapa orang lainnya untuk menjadi Kasub Bag Perencanaan, TI dan Pelaporan pada Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren.

Meskipun bukan berasal dari latar belakang keilmuan bidang TI, adanya dukungan penuh tim TI Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren menjadikannya yakin untuk dapat menjalankan tugas kesehariannya. Kebiasaannya menyiapkan dokumen pelaporan keuangan pada masa dahulu juga menjadi andalannya untuk menunjukkan kinerja yang baik.

25 Juli 1971 : Lukman AR, SH

Sekretaris Mahkamah Syar’iyah Blangekejeren ini merupakan aparatur terakhir yang lahir pada bulan juli. Pria asli Blangkejeren ini pada awalnya menduduki posisi Wakil Sekretaris dan Panitera Pengganti, namun Perma No 07 Tahun 2015 membawanya untuk lebih serius menggeluti bidang kesekretariatan. Masa kecil dan masa pendidikannya di kota kelahiran hanya berjalan hingga tahun 1987, setelahnya menempuh pendidikan tingkat atas di MAN Medan hingga tahun 1990 dan meraih gelar Sarjana Hukum pada STIH Muhammaddiyah Aceh Tengah.

Atlit tenis ini mengawali karir kepegawaiannya sejak tahun 1992 sebagai CPNS pada Pengadilan Agama Blangkejeren, pada saat itu masih bernaung dalam payung Departemen Agama. Setahun kemudian dirinya diangkat menjadi PNS dan pada tahun berikutnya ditunjuk menjadi Juru Sita Pengganti hingga tahun 2002. Peralihan bidang kepaniteraan menjadi kesekretariatan dimulai sejak dirinya menjadi Kaur Keuangan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren pada tahun 2002.

 

[fadhilfathan]

Komentar Facebook