Mereka dan September 2017 ; Kombinasi Hakim – Honorer


Mereka dan September 2017 ; Kombinasi Hakim – Honorer

 

 

Blangkejeren l 12.09.17

Bulan ini tidak jauh berbeda kondisinya dengan bulan Juli yang lalu, jika di bulan Juli ada 5 orang  aparatur Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren yang berulang tahun, maka kini ada 4 orang lainnya yang lahir di bulan September. Tidak ada dominasi bagian tertentu karena 2 diantaranya dari kalangan hakim dan 2 lainnya dari tenaga honorer. Bahkan jika dipilah berdasarkan sisi jenis kelamin atau gender, kali ini ada 2 pasangan yang lahir pada bulan yang sama. Keempat orang aparatur tersebut dilahirkan sekitar 20 – 40 tahun yang lalu dengan jarak perbedaan sekitar 10 – 14 tahun diantaranya.

01 September 1968 : Drs. Azmir, SH, MH

Mantan Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Meureudu ini mengawali karirnya sebagai hakim sejak tahun 1999, sedangkan pengangkatannya sebagai PNS dimulai 5 (lima) tahun sebelumnya. Baktinya selama 20 tahun lebih dalam dunia peradilan telah membawanya berkeliling ke beberapa Mahkamah Syar’iyah di Aceh. Mulai dari CPNS – PNS – Panitera Pengganti di PA Jantho, Hakim di MS Idi, Hakim di MS Kutacane, Wakil Ketua di MS Meureudu dan saat ini sebagai Ketua di MS Blangkejeren.

Penyandang gelar Magister Hukum ini dilahirkan pada awal September 49 tahun yang lalu di Matang Mesjid. Sekolah Dasarnya juga di tempuh di MIN Matang Mesjid yang kemudian dilanjutkannya ke MTsN Matang Geulumpang Dua dan MAN Peusangan. Tahun 1992 menyelesaikan dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di IAIN Ar-Raniry, sedangkan gelar pascasarjana disandangnya setelah menamatkan perkuliahan pada tahun 2009 di Pascasarjana Unsyiah.

 

06 September 1988 : Riska Hayati, S.Kep

Perempuan yang kesehariannya sebagai Petugas Meja II Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren ini merupakan aparatur berikutnya yang lahir pada bulan September. Tugas ini diembannya sejak 03 Januari 2017 karena sebelumnya ia dipercayakan sebagai Petugas Meja Informasi. Awal kinerjanya di Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dimulai pada tahun 2009 sebagai Cleaning Service yang berlanjut hingga tahun 2014, dua tahun berikutnya dipercayakan pada bagian Meja Informasi.

Tidak hanya sebagai kota kelahiran, Medan juga menjadi tempatnya menempuh pendidikan dasar di SDN060852 Medan perjuangan. Jenjang pendidikan lanjutan dijalaninya di Kutacane pada SMPN 1 Kutacane dan SMUN 1 Kutacane, sedangkan untuk tingkat lanjutan di Akademi Keperawatan Cut Nyak Dhien Langsa dan memperoleh gelar Sarjana Keperawatan pada STIKES Nurul Hasanah Kutacane. Variasi lokasi lembaga pendidikan ini disebabkan oleh pekerjaan ayahnya yang juga seorang aparatur pengadilan, mutasi yang dijalani oleh ayahnya memberi pengaruh terhadap lokasi pendidikannya.

08 September 1982 : Agus Sopyan, SHI

Ayah dari 3 putra ini merupakan Hakim “baru” bagi Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. Mutasinya pada tahun 2016 lalu adalah mutasi kedua dalam lingkup wilayah Aceh, sebelumnya ia bertugas sebagai Hakim pada Mahkamah Syar’iyah Sinabang. Hakim yang berusia 35 tahun ini menjadi calon pegawai sejak tahun 2009 dengan penempatan pertama pada Pengadilan Agama Serang, setahun berikutnya diangkat menjadi PNS pada satuan kerja yang sama. Tahun 2001 menjadi tahun perpindahannya dari pulau jawa ke pulau sumatera, tepatnya di Mahkamah Syar’iyah Sinabang.

Pria kelahiran Subang ini juga menjadikan tanah kelahirannya sebagai tempat pertama untuk menuntut ilmu secara resmi. SDN Marga Bakti dan MTs Nurul Falah merupakan lembaga pendidikan yang dipilihnya dari sekian banyak lembaga pendidikan lainnya di Subang. Setelahnya ia memutuskan untuk belajar pada MA Al Muthohhar Purwakarta dan melanjutkan bangku kuliah di UIN SGD Bandung pada tahun 2006. Fakultas Syari’ah Jurusan Politik dan Pidana menjadi pilihannya guna mendapatkan gelar Sarjana Hukum Islam, kajiannya mengenai pemilu dalam tugas akhir semakin menegaskan arah jurusan yang dipilihnya.

30 September 1992 : Irma Suryani, SHI

Tenaga honorer yang saat ini sedang berbadan dua merupakan pasangan Sukaji sebagai Petugas Meja Informasi. Perempuan keturunan asli tanah Gayo ini lahir di Kutapanjang sekitar 25 tahun yang lalu pada penghujung September. Masa kecilnya yang dihabiskan di tanah kelahiran terlihat dari lokasi lembaga pendidikan yang ditempuhnya. Berawal dari SDN Tampeng yang ditamatkannya pada 2004, kemudian dilanjutkan pada SMPN 1 Kutapanjang dan SMAN 1 Kutapanjang.

Hanya bangku kuliah saja yang lokasinya jauh dari tanah kelahiran, Fakultas Syari’ah IAIN Sumatera Utara  mengantarkannya untuk menyandang gelar Sarjana Hukum Islam pada tahun 2014. Setahun kemudian, berbekal gelar tersebut ia mendaftarkan diri untuk menjadi tenaga bakti pada Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. Sejak 03 Januari 2017 secara resmi diangkat menjadi tenaga honorer dengan tugas sebagai Petugas Meja Informasi Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren.

 [fadhilfathan]

Komentar Facebook