Pencapaian dan Kegiatan Akhir Tahun ala MS Blangkejeren


Pencapaian dan Kegiatan Akhir Tahun ala MS Blangkejeren

Blangkejeren l 31.12.17

Minggu terakhir dalam bulan Desember tahun 2017 ini menyisakan 3 hari kerja saja bagi seluruh aparatur Mahkamah Agung, termasuk Mahkamah Syar’iyah (MS) Blangkejeren didalamnya. 3 (tiga) hari kerja tersebut juga berada pada pertengahan minggu, yakni Rabu – Jumat (27 – 29). Dalam masa tersebut, dipersiapkan segala sesuatunya guna penyelesaian kinerja tahun bersangkutan. MS Blangkejeren memperoleh satu pencapaian dalam bidang keperkaraan dan melaksanakan 2 kegiatan dalam rangka menutup tahun 2017 ini.

Pencapaian tersebut berupa pengulangan pencapaian pada tahun sebelumnya dimana MS Blangkejeren berhasil menyelesaikan perkara pada tahun 2017 secara keseluruhan dan tidak menyisakan perkara untuk tahun 2018. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan berupa kegiatan Sosialisasi Pelayanan Prima dan kegiatan Pengantar Purna Bhakti untuk 2 (dua) orang pejabat kepaniteraan.

100 % Penanganan Perkara, 27 Desember 2017

Pimpinan MS Blangkejeren, dalam beberapa kesempatan apel dan rapat sejak bulan Oktober, selalu mengingatkan bagian kepaniteraan dan majelis hakim agar dapat mempertahankan prestasi pada tahun lalu, bahkan kalau bisa menjadi peringkat pertama dalam penyelesaian perkara untuk tahun 2017 ini. Permintaan tersebut selain dimonitor langsung oleh Pimpinan, juga disambut baik oleh segenap aparatur MS Blangkejeren, khususnya bagian kepaniteraan.

Perkara yang ada pada tahun 2017 berhasil diselesaikan secara keseluruhan dalam artian berkas perkara telah selesai diminutasi. Selesainya penanganan 430 Perkara tersebut juga memberikan pengaruh pada penilaian dalam Aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) MS Blangkejeren. Sejak 21 Desember lalu, MS Blangkejeren mengikuti jejak beberapa Mahkamah Syar’iyah lainnya dalam rangka menghijaukan peta SIPP secara Nasional, penanganan perkara dengan persentase 92,97 % bertahan hingga sore hari pada tanggal 22 Desember. Namun, terhitung pukul 19.55 malam, persentase penanganan perkara pada SIPP-MA telah menjadi 100%. Hal ini berkaitan dengan telah selesainya proses validasi data sinkronisasi yang dilakukan oleh admin SIPP MS Blangkejeren, Salamuddin A.Md

Sejatinya, secara riil, proses penyelesaian perkara di lapangan telah selesai dilakukan oleh Majelis Hakim (Drs. Azmir, SH, MH; Drs. A. Yani; dan Agus Sopyan, SHI) dan Kepaniteraan (Drs. Muhaimen MH; Drs. Addin; Haji Khalidin, BA; dan Seri Bunge, SHI) pada pertengahan Desember 2017, penyelesaian tersebut langsung diinput ke aplikasi SIPP secara berkelanjutan. Namun, pasca upgrade ke versi 3.2.0, selama 2 pekan lebih data SIPP MS Blangkejeren pada server SIPP-MA tidak mengalami perubahan disebabkan adanya antrian yang sangat panjang pada proses validasi data yang telah sinkron.

Jumat malam tersebut (22 desember 2017) merupakan waktu perdana MS Blangkejeren meletakkan prosentase 100% pada SIPP-MA, hal ini langsung dikabarkan oleh admin kepada Pimpinan melalui WAG (whatsapp group) MS.BKJ dalam bentuk screenshot (cuplikan layar) SIPP-MA. Kabar ini mendapatkan apresiasi dari Pimpinan dan segenap aparatur MS Blangkejeren. Ucapan terimakasih dan rasa syukur menghiasi percakapan dalam wag tersebut. Pencapain tersebut kembali divalidasi ulang sesuai notifikasi pada menu kinerja di SIPP-MA, perintah “segera sinkron” dilaksanakan kembali pada pagi hari Rabu (27 Desember 2017) dan statusnya menjadi valid 2 jam setelahnya. Konfirmasi dari admin SIPP-MA menjelaskan bahwa notifikasi “segera sinkron” akan selalu ada meski  telah 100% perkara terselesaikan, hal ini memastikan bahwa MS Blangkejeren telah menyelesaikan pengisian data SIPP-MA untuk tahun 2017.

Sosialisasi Pelayanan Prima, 28 Desember 2017

Setelah direncanakan sejak awal tahun 2017, kegiatan Sosialisasi Pelayanan Prima ini baru dapat terlaksana pada penghujung tahun. Kegiatan ini selain bertujuan untuk memenuhi kriteria pelaksanaan Reformasi Birokrasi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya terhadap masyarakat pencari keadilan di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan instansi Pemerintah lainnya, dalam hal ini pihak perbankan yang diwakili oleh Bank BRI KCP Blangkejeren.

Bank BRI KCP Blangkejeren mengutus Sarah Ariani Sinulingga (Team Executive Funding Officer) untuk memberikan materi dan pengalamannya dalam hal Pelayanan Prima. Pemilihan Bank BRI sebagai narasumber dalam sosialisasi ini karena selain sebagai satu-satunya perbankan Nasional di Kabupaten Gayo Lues juga karena ikatan emosional. Secara umum, seluruh aparatur MS Blangkejeren telah ber-bank di BRI, baik dalam urusan penggajian maupun hubungan bisnis perbankan lainnya.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 ini dilaksanakan di Ruang Sidang Utama yang dibuka oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren, Drs. Ahmad Yani. Dalam sambutannya,. beliau mengharapkan agar kegiatan ini dapat memberikan informasi tambahan kepada petugas Meja Informasi sebagai front office dalam melayani masyarakat dengan pelayanan prima atau standar pelayanan versi perbankan. Sedangkan bagi aparatur lainnya, kegiatan ini perlu diikuti guna menyamakan persepsi akan Pelayanan Prima, sehingga masyarakat akan mendapatkan standar pelayanan yang sama dari petugas manapun yang dijumpainya di MS Blangkejeren ini.

Sosialisasi berlangsung dalam suasana semi-formal, selain karena penyampaian materi yang ringan dan mudah dipahami, juga sesekali ditimpali oleh candaan baik dari pihak Bank BRI maupun aparatur MS Blangkejeren. Sosialisasi memakan waktu panjang ketika memasuki bagian diskusi dan tanya jawab seputar Pelayanan Prima dan pelayanan di BRI, bahkan ajang diskusi dilanjutkan setelah kegiatan secara resmi ditutup. Hal ini menunjukkan betapa antusiasnya aparatur MS blangkejeren dalam persoalan pelayanan prima.

Pengantar Purna Bhakti, 29 Desember 2017

Kegiatan Pengantar Purna Bhakti ini merupakan kegiatan penutup tahun 2017 ala MS Blangkejeren, setelah beberapa hari sebelumnya memperoleh pencapaian dalam keperkaraan dan kegiatan sosialisasi pelayanan prima. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan pada penghujung hari kerja di akhir tahun 2017, agar semua pihak dapat berhadir baik dari aparatur MS Blangkejeren maupun pihak yang akan Purna Bhakti. Kegiatan ini masih berkaitan dengan kepaniteraan karena yang akan Purna Bhakti adalah 2 (dua) orang pejabatnya, yaitu :

  1. Drs. Addin, jabatan terakhir sebagai Wakil Panitera MS Blangkejeren
  2. H. Khalidin, BA, jabatan terakhir sebagai Panmud Jinayat MS Blangkejeren

Prosesi kegiatan ini selain dihadiri oleh segenap aparatur MS blangkejeren, turut juga hadir Ketua Pengadilan Negeri Blangkejeren, Ketua Dharma Yukti Karini Cabang Gayo Lues dan segenap anggota Dharma Yukti Karini. Kegiatan yang diawali dengan kesan dan pesan dari kedua Pejabat yang akan Purna Bhakti tersebut membuat emosi para peserta menjadi campur aduk, antara sedih haru dan canda tawa silih berganti disampaikan oleh kedua pejabat.

Drs. Addin dalam kesannya menyampaikan rasa terimakasih yang sangat kepada Pimpinan dan seluruh aparatur di MS Blangkejeren. Beliau menyatakan bahwa banyak ilmu yang diperoleh selama mengabdi dan bekerja di MS Blangkejeren, baik dalam hal administrasi keperkaraan maupun dalam hal teknis kerja lainnya. Kemampuan adaptasi dari mengetik dengan menggunakan mesik ketik ke komputer juga membawa kesan tersendiri baginya, bagaimana proses adaptasi tersebut yang agak berat untuk usia beliau yang sudah tidak lagi muda. Selain itu, Drs. Addin menitipkan 2 pesan kepada aparatur MS Blangkejeren, yaitu (1) tuntutlah ilmu ke jenjang yang lebih tinggi dari sekarang ini, jangan hanya cukup dengan apa yang telah dicapai, dan (2) kegiatan kajian ilmu agama tetap dilanjutkan karena membawa manfaat bagi siapapun yang mengikutinya.

Suasana haru terasa ketika H. Khalidin BA menyampaikan pesan dan kesannya, awal muqaddimah beliau tersendat pada beberapa bagian karena menahan rasa haru yang sangat. Pak haji, sapaan akrab sehari-harinya, terharu karena kebiasaan beliau meninggalkan istri dan rumah setiap pukul 7 pagi di hari kerja tidak akan dilakukannya lagi mulai awal tahun depan, kebiasaan yang dijalaninya bertahun-tahun ini akan segera berakhir dan berganti dengan rutinitas baru. Pak Haji juga menyampaikan pesan yang sama dengan Drs. Addin, “jangan dipadai dengan pendidikan yang sekarang ini, sekolah lagi agar tidak seperti saya, sudah 3 (tiga) orang yang dulunya bawahan saya menjadi atasan saya dikemudian hari”. Pesan tersebut juga dikhususkan bagi tenaga kontrak yang ada di MS Blangkejeren, agar dapat menempuh pendidikan lagi untuk kehidupan yang lebih baik.

Ketua MS Blangkejeren, Drs. Azmir, SH, MH, dalam sambutannya diawali dengan ucapan terimakasih yang mendalam untuk kedua Pejabat tersebut, kinerja dan andilnya selama ini kepada MS Blangkejeren tidak dapat dibalas dalam bentuk apapun. Beliau juga menyampaikan doa semoga rutinitas baru nanti di masa pensiun juga dapat dijalani dengan baik dan sukses, selain itu, beliau menyampaikan bahwa untuk saat ini pesan keduanya telah dijalani oleh 4 (empat) orang aparatur MS Blangkejeren yang sedang menempuh perkuliahan pada Universitas Terbuka. Keempat orang tersebut telah berapa pada tahun ke-3 perkuliahan, 2 diantaranya pegawai (Fitriadi Hasyim dan Nurul Heriyani) dan 2 lainnya dari tenaga kontrak (Amni Syukra dan Riska Hayati).

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bingkisan dari beberapa orang aparatur MS Blangkejeren, Perwakilan Kantor MS Blangkejeren dan PN Blangkejeren serta Dharma Yukti Karini. Peribahasa “Bukanlah perpisahan yang ditangisi, namun perjumpaan yang disesali” terlihat ketika sesi foto bersama, ekspresi haru dan lainnya muncul dalam setiap momen foto yang diabadikan.

[fadhilfathan]

 

Komentar Facebook