Pria Januari MS Blangkejeren


Pria Januari MS Blangkejeren

Blangkejeren l 31.01.18

Sebutan “Pria Januari” dalam tulisan ini merujuk kepada 2 (dua) orang pria MS Blangkejeren yang mengalami pengulangan tanggal lahir di Januari 2018. Walaupun usia diantaranya terpaut sekitar 8 tahun, namun jiwa dan semangat mereka berdua seolah-olah berada pada level yang sama. Seorang diantaranya mendapatkan salah satu “kado istimewa” pada tahun ini berupa hasil TPM per 26 Januari lalu, sedangkan seorangnya lagi akan mendapatkan “cipratan” dari kado istimewa tersebut.

Wujud syukur atas hasil TPM tersebut, Ketua dan Wakil, yang sama-sama mendapatkan promosi akan mensponsori kegiatan tasyakuran pada minggu kedua februari nanti. Hal tersebut terungkap dari beberapa kali penyampaian Ketua dan wakil dalam rapat persiapan tasyakuran dan studi kaji. Tasyakuran tersebut juga dilaksanakan dalam rangka pengulangan tanggal lahir Wakil Ketua MS Blangkejeren, yang dalam istilah kids jaman now disebut sebagai “makan-makan ulang tahun”.

04 Januari 1976 : Muhammad Nasri, S.Kom

Punggawa absensi di Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren ini merupakan salah satu pria yang bakal mendapatkan “cipratan” kado istimewa tadi.  Sebagai salah seorang panitia kegiatan tasyakuran dan studi kaji, ianya yang paling semangat dalam merencanakan kegiatan tasyakuran yang pada akhirnya membuat seluruh panitia ikut bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kegiatan dimaksud.

Kasubbag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana ini merupakan salah satu PNS keturunan tanah gayo di bagian kesekretariatan selain Sekretaris. Masa sekolah dasar juga ditempuhnya di SDN 8 Putri Betung yang pada saat itu masih dalam wilayah administrasi Aceh Tenggara, setelahnya diteruskan ke SMPN 2 Kutacane dan SMAN Kutacane. Bangku perkuliahan dilanjutkan di Pulau Jawa pada STMIK Pranata Indonesia yang mengantarkannya pada gelar Sarjana Komputer.

Gelar sarjana tersebut dijadikannya sebagai modal untuk mengajukan lamaran ke Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren selaku tenaga honor, setahun kemudian ianya mengikuti tes penerimaan CPNS pada Mahkamah Agung yang menyebabkan dirinya diangkat sebagai CPNS pada Mahkamah Syar’iyah Calang. Karir sebagai PNS Mahkamah Syar’iyah Calang dimulai sejak tahun 2009 hingga tahun 2012, selama masa tersebut dirinya pernah diangkat sebagai Juru Sita Pengganti (JSP) dan Bendahara Pengeluaran. Pada tahun 2013, dirinya mutasi ke Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dan dipercayakan kembali sebagai JSP yang kemudian diangkat kembali pada tahun berikutnya sebagai Kaur Kepagawaian. Jabatan Kaur tersebut dipercayakan kepadanya hingga saat ini, namun sesuai dengan Perma Nomor 7 Tahun 2015 diganti nomenklaturnya menjadi Kasubbag Kepewagaian Ortala.

 

19 Januari 1968 : Drs. Ahmad Yani

Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren ini dipromosikan menjadi Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang, hal ini dicantumkan dalam tabel hasil keputusan rapat TPM Hakim di lingkungan Peradilan Agama yang dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2018. Tugas sebagai wakil dijalaninya sejak 18 agustus 2015, jika SK atas promosi tersebut diterimanya dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan, maka pria kelahiran Rambong Payong ini telah bertugas di Blangkejeren selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.

Karirnya sebagai PNS dimulai pada tanggal 1 Maret 1994 ketika diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Pengadilan Agama Bireuen. Setahun setelahnya pasca menjalani Diklat Prajabatan dan Cakim, diangkat menjadi PNS pada satuan kerja yang sama. Sedangkan karirnya sebagai hakim dimulai pada tahun 1999 masih dengan lokasi penempatan yang sama, hanya saja telah berganti nomenklatur dari Pengadilan Agama Bireuen menjadi Mahkamah Syar’iyah Bireuen. Perjalanannya kemudian dilanjutkan sebagai hakim pada Mahkamah Syar’iyah Meulaboh pada tahun 2010, lalu per Agustus 2015 dipromosikan menjadi Wakil Ketua pada Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren.

Sarjana lulusan tahun 1993 dari IAIN Ar-Raniry Banda Aceh ini mengambil Jurusan Hukum Islam Dan Hukum Positif pada Fakultas Syar’iyah, yang merupakan pintu pembuka dalam karir kepegawaiannya. Jalur pendidikannya diwarnai oleh nilai Islam yang kental, hal ini didapatinya sejak menempuh sekolah dasar pada MIN Teupin Raya yang kemudian dilanjutkan pada SMPN Jeunieb dan MAN Peusangan, terakhir dirampungkan dengan bangku perkuliahan di IAIN Ar-Raniry.

 [fadhilfathan]

Komentar Facebook